
Berdasarkan data nilai rapor peserta SPAN-PTKIN yang lolos dan tidak lolos di UIN Walisongo Semarang (yang diperoleh dari Tim Lulus Ujian), terlihat bahwa seleksi masuk melalui jalur ini sangat kompetitif. Kelulusan tidak hanya bergantung pada rata-rata nilai SPAN PTKIN UIN Walisongo Semarang, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat keketatan peminat serta kelengkapan dokumen pendukung yang diunggah oleh peserta.
Beberapa program studi di UIN Walisongo menunjukkan nilai lolos yang cukup tinggi, seperti Ekonomi Syariah, dengan peserta yang lolos memiliki nilai rapor 89,236 dan 88,974. Hal ini menunjukkan bahwa program ini sangat diminati dan hanya peserta dengan nilai tinggi yang dapat bersaing.
Demikian pula pada program studi Akuntansi Syariah, peserta dengan nilai 88,592 dan 85 dinyatakan lolos. Namun menariknya, peserta lain dengan nilai 88,18 justru tidak lolos. Jika dilihat sekilas, kondisi ini tampak janggal karena nilai peserta lebih tinggi tidak otomatis menjamin lolos. Ternyata, peserta dengan nilai 85 yang lolos menyertakan sertifikat organisasi, yang kemungkinan besar menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa seleksi SPAN-PTKIN di UIN Walisongo tidak hanya mempertimbangkan nilai rapor, tetapi juga prestasi non-akademik, seperti sertifikat keorganisasian, kejuaraan, atau aktivitas lainnya yang diunggah saat pendaftaran. Bukti prestasi atau pengalaman organisasi dapat menjadi nilai tambah yang signifikan dalam proses seleksi, memberikan kesempatan kepada peserta dengan nilai akademik sedikit lebih rendah untuk tetap bersaing dan lolos seleksi.
Ini menunjukkan betapa pentingnya menyertakan dokumen pendukung dalam pendaftaran SPAN-PTKIN untuk memperkuat profil peserta dan menjadi pembeda di tengah persaingan ketat, terutama pada program studi favorit seperti Akuntansi Syariah.
Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan jurusan dengan peminat terbanyak di jalur SPAN PTKIN UIN Walisongo, dengan jumlah pendaftar mencapai 3.258 peserta tahun lalu, sehingga tingkat daya saingnya sangat tinggi yaitu sekitar 1:51 (1 peserta lolos berbanding 51 pendaftar).
Namun, secara daya saing, jurusan PAI masih kalah ketat dibandingkan dengan jurusan Ekonomi Syariah/Ekonomi Islam yang memiliki daya saing 1:61. Selain itu, jurusan Akuntansi Syariah yang juga memiliki jumlah peminat di atas 2.000 peserta termasuk dalam jurusan dengan tingkat persaingan tinggi di UIN Walisongo.
Jurusan yang sepi peminat di UIN Walisongo biasanya sejalan dengan tren PTKIN lain, meliputi Studi Agama-Agama, Tasawuf dan Psikoterapi, Aqidah dan Filsafat Islam, PIAUD, dan beberapa jurusan lainnya. Karena persaingan di jurusan-jurusan ini relatif rendah, maka nilai rata-rata masuk UIN Walisongo SPAN PTKIN bisa berbeda-beda tergantung jurusan yang dipilih dan kualitas nilai rapor pendaftar setiap tahunnya.
Sebelum menentukan pilihan jurusan, penting untuk mengenali dirimu sendiri: bidang apa yang kamu sukai? Apa keunggulan yang kamu miliki? Apa rencana dan tujuanmu ke depan? Setelah itu, kenali jurusan yang akan kamu pilih dengan baik, termasuk:
Apa saja materi yang akan dipelajari
Bagaimana prospek karier setelah lulus
Seperti apa tugas kuliahnya
Dengan pemahaman yang matang, kamu bisa memilih jurusan yang bukan hanya sekadar “mudah lolos” tapi juga sesuai dengan passion dan tujuan masa depanmu.
Menariknya, terdapat peserta dengan nilai tinggi seperti 89,292 pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris, namun tetap tidak lolos. Hal ini mengindikasikan bahwa program tersebut memiliki daya saing yang sangat tinggi, mungkin karena jumlah pendaftar jauh melebihi kuota yang tersedia.
Fenomena serupa juga terjadi pada program studi lain seperti PGMI (87,758) dan PAI (87,398) yang tidak lolos meskipun memiliki nilai cukup tinggi. Bahkan pada Pendidikan Matematika, dua peserta dengan nilai 86,16 dan 86,308 juga tidak berhasil lolos, menandakan bahwa persaingan di program-program kependidikan juga sangat ketat.
Sementara itu, beberapa program studi yang lolos dengan nilai relatif lebih rendah antara lain Ilmu Falak (82,434), Hukum Keluarga Islam (83,822), dan Aqidah dan Filsafat Islam (84,136). Hal ini bisa menandakan bahwa tingkat persaingan pada program studi tersebut tidak seketat program lainnya, atau jumlah peminatnya yang lebih sedikit, sehingga peluang lolos lebih besar meskipun dengan nilai yang tidak terlalu tinggi.
Secara keseluruhan, data rata-rata nilai SPAN PTKIN UIN Walisongo Semarang memperlihatkan bahwa strategi pemilihan program studi serta kelengkapan dokumen menjadi faktor kunci. Nilai rapor yang tinggi memang penting, namun pemilihan program studi yang tepat dengan mempertimbangkan daya saing dan melampirkan bukti prestasi atau pengalaman organisasi sangat menentukan peluang kelulusan.
Jadi, jangan hanya mengandalkan nilai rapor, tapi siapkan juga dokumen pendukung dengan baik dan pilihlah program studi yang sesuai dengan kemampuan serta minatmu agar peluang lolos semakin besar.